alshahida
Female
London

Assalamualaikum wr wb
Duka lara mereka, anak-anak yatim korban konflik terlalu jauh, doa dan deritanya telah menerobos ke sela sela dinding hati kendati terpisahkan oleh jarak puluhana ribu mil, moga mereka bisa membawaku ke emperan jannah...
   

<< July 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Wednesday, August 17, 2005
Dihari Kemerdekaan

 
 
Hari ini..benakku datar dan kebal rasa, futur melandaku.
Kubosan dan jera dengan khayal dan mimpi dan bayangan
adanya suatu keadilan, bosan kepada mereka yang berjanji.
Tapi asa itu masih belum putus.
 
Hari ini aku menyepi dari teriakan dan hentakan kaki serdadu
dan pekik bermacam pekik untuk mengerek sang bendera, 
dan sumpah dilapangan hijau Wisma Nusantara, London,
dengan berbagai atraksi, tembang atau liukan dangdut
dari suara seduktif setengah telanjang. (tahun lalu begitu)
 
Dan bukan sebuah dosa kalau aku tidak berjanji dibawah
kibaran sang merah putih dan bersumpah dibawah
naungan burung garuda dan apalagi bersumpah pula
kalau Pancasila adalah idiologiku. Hari ini.
 
Kerna kutahu semua itu telah banyak dikhianati
banyak disalah manfaati oleh mereka 'anak negeri'
yang kalian pernah pilih dan vote, mewakili kalian.
 
Karena kutahu nurani mereka telah mengkristal
beku dan membatu...hingga negeri ini digadekan.
Dan mereka tak peduli, mereka tak mau tahu.
Karena kita terwarisi kemiskinan dan kebodohan
dari sang penjajah dulu. Itu yang tersisa, anakku.
 
Dan kutahu kalau mantan penjajahpun masih tak sudi
melepas Nusantara kita. Hutang bayar pampasan belum
lagi terlunasi jangankan minta hampura dan maaf.
 
Anakku..kalian masih belum merdeka dari tindasan
kedzaliman, kalian masih belum bebas dari segalanya.
Maafkan anakku...
 
****
 
Dan kutahu semua lomba dan atraksi di hari kemerdekaan ini
melulu untuk merelai dukamu, imingan dan hiburan semu belaka.
Karena mereka adalah aktor dan pemain terulung didunia.
Yang murni dan jujur mereka masuk kotak es atau terdampar
dibalik jeruji besi...hingga takdir datang.
 
Teruskan dan be survive ..kendati kalian tertatih tatih jalan, teruskan.
Kita butuh satu abad, jadi enam puluh tahun baru separuh
Perjalanan masih jauh...
 
 
Bundamu dinegeri seberang
dipagi nan sejuk.
 
 
London, 17 Agustus 2005
 
 
 
 


Posted at 05:17 pm by alshahida
Make a comment  

Next Page