alshahida
Female
London

Assalamualaikum wr wb
Duka lara mereka, anak-anak yatim korban konflik terlalu jauh, doa dan deritanya telah menerobos ke sela sela dinding hati kendati terpisahkan oleh jarak puluhana ribu mil, moga mereka bisa membawaku ke emperan jannah...
   

<< July 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Wednesday, November 02, 2005
Sehelai Baju Koko

 
 
Berkali kali aku gagal menelfon Ambon, kalau tidak kak Ipa yang sedang kepasar atau telefonnya sibuk bicara, sampai akhirnya aku berhasil berbicara dengannya.
 
"Afwan teteh..tadi kita masih dipasar kita juga mau berLebaran niih" gurau kak Ipa  yang akhir akhir ini sibuk mengurus ifhtaran dan mendistribusikan zakat fitrah, hadiah lebaran dari sadaqah  kepad para yatim, janda dan para dhuafa.
 
"Jadi limapuluh ribu itu dibelikan apa kak Ipa..? tanyaku denga rasa penasaran.
 
" Mereka belikan baju Koko teh dan itu cuma atasannya saja. Kalau satu stel ya seratusan harganya " jawab kak Ipa.
 
" Terus bawahannya pake apa dong? aku tambah penasaran lagi,
 
" Ya pake sarung saja teh, itupun mereka senang yang penting mereka ke mesjid pake baju baru kahn"' ahh.. jembar juga hatiku.
 
Hatiku mulai tersayat, fikiranku menerawang jauh, membayangkan diri ada bersama mereka, pergi kepasar Batu Merah atau Ampelas, di Ambon,  belanja  bersama mereka atau ..atau membawakan segoni baju dan sepatu sendal untuk yatim yatim itu.
 
Tapi nuraniku malah tersiksa karena aku tak mampu melakukannya, aku tengah menyesali diri, aku mengutuk diriku sendiri. Diri ini terdzalimi  sendiri karena kabar tentang dana zakat  itu begitu lambat disampaikan. Dana itu baru dikonfim Ahadnya, jadi Senin atau Selasa mereka baru mendapatkan bagian mereka.  Kenapa tidak lebih dini, kenapa tidak lebih awal, kenapa tidak jauh jauh hari disiapkan??
 
Aku berusaha meredam rasa frustrasi dan kecewa ini.
 
Suara lengang..terputus sementara aku jauh  mengkhayal berada disana, tiba tiba..
 
'Kalau anak anak asuh kita lumayan teh mereka bisa beli sepatu sandal baru. Dari uang tabungannya, habis mereka sepatunya sudah rusak sekali..' sambung ka Ipa, tambahan berita sungguh membuatku bungah.
 
" Masya Allah...seneng sekali mereka tentunya..? aku begitu eksiting.
 
" Ya tahun ini mereka senang sekali bisa pake baju baru dan sendal baru sedang ibunya bisa menyediakan kue lebaran serta ketupat dan lauknya..' terasa pula senyum kak Ipa dari tone nada suaranya.
 
Kak Ipa menerangkan tentang isi paket untuk ibu ibu janda ini sambil mengeluh juga bahwa daging lembu  mahal sekali sampai limapuluh ribu per kilonya.
 
" Tapi teh saya merasa kasihan..ternyata masih ada ibu ibu yang belum kebagian, padahal rasa rasanya sudah saya bagi kupon, tapi rupanya ada yang tidak terdaftar. Tadi pagi ada 6 ibu datang kerumah, dibawa yatimnya, mereka minta bagian...wah saya tidak enak, karena memang dananya habis" kak Ipah mengeluh.
 
Kak Ipa mengatakan bahwa mereka harus menunggu sampai siang hari karena dananya belum ada dari Inggris, teman teman masih tunggu orang orang yang bayar zakatnya. 
 
Ibu ibu janda pulang dengan tangan hampa. Kaki  kaki mereka terasa berat menelapak dan menyaruk tanah.Mereka tengah shaum pula. Kecewa. Tak terbayang betapa sumpeknya dada mereka, dirasakan, betapa berat menanggung rasa kecewa itu. Pahit dikatakann oleh kak Ipa dan pahit pula ditelan oleh para ibu janda. Namun  masih tersisip sebersit harapan didada ibu ibu..dan pulanglah mereka ke gubug pengungsian...sambil berharap kalau disore hari mereka akan mendapat kabar gembira, mendapat secuil rejeki dari para pemilik hati...yang baru saja mentas menjalankan shaum mengharapkan kefitrian.
 
***
 
Yang anehnya tak ada rasa galau dari pihak kak Ipa, dia tengah menyiapkan semuanya untuk Lebaran yang dia sendiri baru kepasar pagi itu, hari Rabu itu. Konon pasar penuh sesak, penuh dan berdesakan,  karena hampir setiap mereka  berbelanja dihari yang sama. Sementara aku tengah bergelut dengan selaksa rasa duka...memikirkan ibu ibu yang belum mendapatkan bagian, membayang wajah wajah yatim yang tengah meringis..
 
"Ada sepuluh ibu janda yang menunggu ya..? Aku mulai mencoba lagi bertanya.
 
" Ya teteh sekitar sepuluh ibu.." jawabnya.
 
"Sebetulnya saya masih menunggu dana zakat fitrah lainnya, sedang dari kbri biasanya baru terima di hari H-nya. Gimana kalau kita tambah satu setengah juta kak Ipa, tolong bagikan kepada mereka sekarang juga ya" aku membujuk kak Ipa. Kak Ipa setuju untuk segera memberikan dana itu bagi ibu janda yang belum menerima bagian.
 
Aku sudah membayangkan kesiapan suaminya untuk siap membawa amplop amplop berisikan dana zakat dengan motornya, pergi ke ruko ruko pengap atau kam kamp pengungsian. Suami yang senantiasa mensupport kegiatan istrinya dengan sepenuh jiwa dan raganya. Subhanallah semoga Allah mencurahkan rakhmatNya kepada mereka berdua. 
 
" Kak Ipa... aku berjanji tahun depan untuk menyiapkan semuanya jauh lebih baik, lebih dini dan lebih giat mencari dana agar semua yang fakir bisa berbahagia di hari Lebaran..'
 
"Iya teteh..." suara kak Ipa sayup mengihlang, terselang oleh angin.
 
" Daah gitu aja ya kak Ipa ..Minal aidin wal faidzin salam untuk semua teman teman..".
 
Kumatikan telefon, lalu kudiam merenung...tiba tiba terasa seperti sebuah sembilu menyayat nuraniku,  airmata menyeruak dari kedalaman hati yang mengharap kefitrian di penghujung Ramadhan ini.  Aku tak sengaja untuk mengecewakan mereka. Aku menangisi betapa ibu ibu janda, para dhuafa yang jelata ini senantiasa dan sangat menyandarkan harapan pada kita kita ini.
 
Aku menyesali diriku karena tak mampunya aku, kita, untuk lebih me-intesifkan kerja, menyiapkan semuanya di jauh hari.dan lebih baik.
 
Setiap kita begitu sibuk, sibuk dengan dunia dan tugas masing masing, hampir tak ada waktu barang sekejapun, hampir larut dan hanyut dikesibukan kita sampai kita melupakan kewajiban kita, sampai kita baru melakukannya pada detik detik terakhir...
 
 
Mereka, para dhuafa, para fakir... sesungguhnya telah menolong kita untuk membersihkan jiwa, menggugurkan daun daun kesalahan dan khilaf kita,  mengusap karat karat dosa lewat zakat fitrah, zakat maal atau sadaqah jariah kita. Padahal kita tahu sekali kita melemparnya maka mengalirlah hikmah dan mafaatnya untuk diri kita sendiri.
 
Dan sesungguhnya kitalah yang membutuhkan anak anak yatim. "Anak anak yatim mempunyai kedudukan istimewa si sisi Allah swt dan Rasulullah saw.."
 
***
 
Yatim di Acehpun telah menerima dana dan telah mereka belikan baju baru, mereka ke kedai kedai di Banda Aceh bersama kakak asuh mereka.
 
Begitu juga Ternate, baru tadi malam mereka dapat kabar gembira bahwa  para janda syuhada yang juga mengharap dan menanti lama, setidaknay mereka mendapatkan kebahagiaan yang sama walau cuma sepiring ketupat lengkap dengan sambalan,  sedang anak anaknya mendapatkan sehelai baju Koko baru.
 
***
 
Aku sudah tak sempat lagi memikirkan  kue putri salju, kastangel, opor ayam, naastar, walau ketupat sudah siap dimakan dan dicoba tadi malam karena dikira 1 Syawal jatuh pada hari Rabu. Aku siap sholat Eid di Masjid Besar di Regent Park, London lalu berhalal bi halal di Hamstead, rumah Pak dan ibu Dubes yang konon baru tiba di London..
 
Limpahkan maaf & hampura bila ada kata kata yang tak berkenan...Selamat Lebaran
 
 
 
Detik detik akhir menggapai kefitrian.
London, Rabu 2 Nopember 2005
 
 
 



"Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang
mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cinta-Mu".

Posted at 03:45 am by alshahida
Make a comment  

Next Page