alshahida
Female
London

Assalamualaikum wr wb
Duka lara mereka, anak-anak yatim korban konflik terlalu jauh, doa dan deritanya telah menerobos ke sela sela dinding hati kendati terpisahkan oleh jarak puluhana ribu mil, moga mereka bisa membawaku ke emperan jannah...
   

<< July 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Sunday, November 27, 2005
Jiwa yang Mutmainnah

 
 
London terselimuti frost, embun beku putih pucat bak salju, dingin menyengat belulang kesekujur tubuh. Kelabu dan pekatnya awan menyebabkan percik jutaan atom mikrokosmis terhalang, tak mampu menerobos jaringan atmosfer bumi yang pekat. Autumn hampir usai, winter diambang. Uiiih dinginnya !
 
 
Ooo jangan mimpi kalau sang ultraviolet akan menjadikan bumi mendidih, kepanasan layaknya dinegeri khatulistiwa dibelahan timur sana. Disini sang mentari enggan dan malu menguak awan pekat nan legam hingga tak mudah mengevaporasi jutaan partikel partikel hidrogen, kecuali berkolaborasi dengan oksigen menyebabkan masa siang didiskon dua jam, jarak dari dzuhur ke ashar begitu dekat, begitu pula dari ashar ke maghrib sehingga merubah siang dengan cepat jadi malam.
 
Yang pasti hampir duapertiga pepohonan tampak gundul, cabang serta rerantingnya terjuntai telanjang karena semua dedaunan habis lengser, tugas mereka telah paripurna. Begitu.dengan tanaman bakung daffodil, hysinth dan tulip, masuk ke peraduan untuk mendekam dan memeram diri, proses hibernasi terjadi. Mereka diam dan dorman untuk sementara.
 
 
Cumbu burung pipit tak lagi kudengar, tembang dan kidungnya dah sirna, entah kembali kesangkarnya atau melanglang lari kejenggala selatan sana mencari kehangatan. Lengang dan sunyi. Aku kehilangan. Aku terbentur, aku tak ada pilihan kecuali tunduk pada hukum alam yang sunatullah ini.
 
 
Ah begitu cepatnya masa ini berlalu, tahu tahu hampir berada dipenghujung tahun. Aku tak mampu berkalkulasi apalagi untuk bermuhasabah tentang dosa dan salah serta kerja kerja ma'ruf, aku takut. Sangat mungkin aku pailit, sepertinya masa ini tersia sia, waktu berlalu begitu saja. Betapa tidak,  karena kala kutersandung dikerikil tajam, kala cela dan cerca menerpa atau khasud dan khianat serta hujah menghujam nuraniku...aku belum mampu menahan nyeri dan perihnya untuk menerima dengan tulusnya.
 
Cemas dan harap itu setara, berimbang, kadang bermuara pada keputusasaan kala benakku penat ber-juggling dengan segudang masalah. Lalu kutersadar bahwa dunia ini penuh dengan pesona yang duniawi, sehingga kita jadi terperdaya olehnya.
 
 
Sesekali hadir kerinduan akan kubus hitam 'Kabah' , pelan dan mulai mendera. Rindu akan buaian lantunan qalamullah dari Imam Al-Khudaisi , di Masjidil Haram. Kubersimpuh didepan pintu Mu'tazam tuk mengadu dan mengaduh, memohon agar semangat juang tidak memudar, terbebas dari futur, jalan itu tak tersamar oleh jelaga egoisme, ujungnya tentu memohon agar terlindungi dari jilatan panasnya api  naar...
 
Lalu kureguk sejuknya zam zam agar kerongkongan terbasahi 'tuk merelai dahaga & menelusur kesela sela aortaku hingga naluri Tauhidku tetap bersemayam, tidak men-dua-kan dan menomor dua-kanMu ya Rabb, pinta terakhir agar diri ini terbebas dari rasa pongah, khasad apalagi mendzalimi sesama ..
 
Sesungguhnya aku lelah ya Rabb, aku merinduMu.... yaa ayyatuhannafsul muthmainnah arji'ii Rabbiki radiayatan mardiyyah....
 
 
London 25 Nopember 2005
 
 
 

Posted at 04:40 pm by alshahida
Make a comment  

Next Page