alshahida
Female
London

Assalamualaikum wr wb
Duka lara mereka, anak-anak yatim korban konflik terlalu jauh, doa dan deritanya telah menerobos ke sela sela dinding hati kendati terpisahkan oleh jarak puluhana ribu mil, moga mereka bisa membawaku ke emperan jannah...
   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Thursday, September 07, 2006
Photo Gallery from Aceh

 

Below is a temporary Shelter of the "Children Friendly Village" or Gampong Aneuk Sholeh in Lamgriheu, Lhoong sub district, Aceh Besar district, Aceh Nangroe Darussalam.

Dibawah ini adalah Rumah Tinggal Sementara dari Proyek 'Children Friendly Village' atau Gampong Aneuk Sholeh di Lamgriheu, kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh Nangroe Darussalam.

Morning time.. breakfast time

Saatnya tiba untuk sarapan.

Pocket money... 9 pence or Rp1.500 a day. 'Dont spend it all at once...'

Uang jajan...9 pence atau Rp1.500 sehari. 'Jangan dihabisin..tabung dikit ya nak' pesan kak Wanti.

Mini-truck with a temporary driver.. to take orphans to school

Kijang Bak bersama sopir import siap mengantar para yatim ke sekolah.

Quick snap before leaving for school...

Bunda.. ambil foto sebelum kesekolah

Orphans with their friendly, dedicated and kind Carers...

Bersama para pengasuh yang ceria, penuh dedikasi dan penyayang...

Play time... drawing, writing a poem or a letter...

Ah..mau kirim gambar, tulis surat, puisi untuk para donatur kami...

Creative games...

Menciptakan mainan...dari batu. kreatip

"Can we have transport like this... dear kind giver?" Mawardi is dreaming to go to school by mini-truck like this. 'This is good enough', he thought

'Bapak, ibu, Oom dan tanteu boleh dong kami dibeliin bak Kijang kaya ini? Mawardi yang memimpikan  bisa naik mobil seperti ini kesekolah.

Ohh.. my clothes should be dried now...

Eiih..Bajuku yang kucuci tadi pasti dah kering sekarang..

 

Dinner time.. Crispy fried casava with peanuts and omelette

Makan malam..oreg-oreg keripik singkong dan kacang plus dadar telor

CWS (Church World Service) is doing their routine children activity in Lhoong

Kegiatan rutin CWS disore hari untuk anak anak di Lhoong seperti dongeng peri,  senam, nyanyi dll wah mereka giat  banget..tak lupa biskuit dan gula gula.

Sister Suryati will be there to catch up with CWS's children activity at ashar time

Ka Sur dengan gesitnya akan berada disana untuk ikutan sambil mencermati..

Then rushes home to make sure that her orphans read and recite Al-Quran

Menjelang maghrib ia kebut motornya untuk meyakinkan bisa berjamaah bersama anak-anak yatim asuhannya lalu membaca AL-Quran

'Follow me...' Sr Suryati patiently teaches Reni how to recite Al-Quran properly...

' Coba ikuti ustadzah....' kata sang ustadzah Sur tengah mengajar Reni dengan sabarnya

One Sunday we went to Krueng Kala's waterfall....

Disuatau hari Ahad kami pelesir ke Air terjun di Krueng Kala...

Beautiful..alamaak cantiknya.

They are no longer scared of water... aqua phobic. A good sign

Mereka tak lagi takut dengan air..aqua phobia itu sirna.  Pertanda baik.

Diving competition... A little bit show off. Well done boys!

Lomba terjun..hmmm pamer didepan bundanya, betapa hebatnya mereka.

 

Sr Ninik visits orphans at their Mum's or guardian's house to gave an update

Kak Ninik mengunjungi anak anak yatim ke rumah ibu atau para walinya bagi mereka yang tinggal diluar asrama. K' Ninik rajin mencatat perkembangan mereka.

 

Tsunami orphans from Pasi Village, Lhoong are waiting to join their friends when the house is ready.  Desa Pasi/Village of Pasi and Meunasah Lhok region are located in a coastal area which was engulfed by the sea on the day of the Tsunami, 26 December 2004..

Yatim korban Tsunami dari desa Pasi, Lhoong tengah menunggu dan ingin ikutan untuk pindah kerumah yatim yang baru. Desa Pasi dan Meunasah Lhok adalah 2 desa yang terletak dipantai yang habis disapu oleh Tsunami pada 26 Desember 2004, dan kini jadi lautan.

 

Our young dedicated, agile, energetic, patient and happy carers in Lhoong.  Suri, Wanti, Ninik, Rodhiah and Ina send warm salaams to you all. They are like subsititute mothers as well as teachers, friends and sisters to the orphans.

Dibawah ini adalah para pengasuh kami yang penuh dedikasi, cekatan, energik, sabar dan periang. Kak Suri, Ninik, Rodhiah dan Ina kirim salaam hangat buat anda semua. Tugas multi mereka juga merangkap sebagai sebagai ibu ,guru, sahabat dan kakak pula. Luar biasa !

And there's still a long, long way to go.

Sedang perjalanan itu sungguh masih..dan masih jauh sekali.

 

'A lonely bridge at Glee Bruek beach, Lhoong.  A remnant from the Tsunami. Taken in September 2005.

'Jambatan yang sendiri, terputus dari daratan di Glee Bruek, Lhoong sebagai sisa dan momentum dari Tsunami. Di jepret pada bulan Septembr 2005.

Beautiful Sunset in Lhoong... February 2005.

Maghrib nan cantik in Lhoong. Pebruari 2005

'Salaams and thank you to all kind givers...' said Ria when I met her last July, 'though I have no Mum and Dad nor brother and sister I have lots of friends from GAS/ICR'.

Ria kirim salam manis kepaya semua donatur yang sangat baik'. Kurtemui dibulan Juli lalu. 'Walaupun Ria tak ada Mamah, ayah abang dan adik tapi punya teman  banyak sekali dari GAS/iCR.

 

Picture below: Syamsul has tonsilitis. He waits if there is somebody who can help him to recover. He often gets a temperature and can't go to school. He likes staying in the temporary dormitory as he loves praying together and learning to recite Al-Quran as well as doing homework together.

Ini Syamsul yang menderita sakit amandel. Ia berharap kalau-kalau ada seseorang yang bersedia untuk membantunya untuk operasi amandel. Kadang ia sakit demam, jadi Syam bolos.Tidak kesekolah. Syam seneng tinggal di asrama karena dia bisa sholat berjamaah belajar A-Quran dan mengerjakan  PR bersama teman dan kakak pengasuh.

'I am a very lucky orphan.. Thank you very much to you all, I will always pray for you'.  Syamsul said. He and the others waved to me at the airport.  'Mother please come back to us in Lhoong... we will miss you.'  I left Banda ACEH airport with tears.. from deep, deep inside my heart.

'Kami..yatim yang sangat beruntung.  Terima kasih banyak kepada semuanya dan kami akan selalu berdoa..' kata Syamsul. (Anak anak Aceh selalu mengatakan 'kami' ketimbang 'aku' ) Ia bersama teman lainnya melepas dan melambaikan dadah...' Bundaaaa balik lagi ke Lhoong ya..janji ya.' Kutinggalkan mereka di bandara  Banda ACEH dengan derai airmata...datang dari kedalaman hatiku.. yang terdalam. 

 

London, 7 September 2006

al_shahida@yahoo.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Posted at 04:28 pm by alshahida
Make a comment  

Next Page