alshahida
Female
London

Assalamualaikum wr wb
Duka lara mereka, anak-anak yatim korban konflik terlalu jauh, doa dan deritanya telah menerobos ke sela sela dinding hati kendati terpisahkan oleh jarak puluhana ribu mil, moga mereka bisa membawaku ke emperan jannah...
   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Thursday, June 29, 2006
Rindu

Oleh: Al  Shahida

Adakah hari esok buatnya?

Rinduku pada yatim-yatimku di pojokan belantara Nusantara kian mendera. Terlebih bila sms bergantian datang, setidaknya sepekan ada 2 atau 3,  datang dari berbagai tempat. Kadang aku tak mampu membalasnya. Karena tak apa jawabnya. Setidaknya sms itu tetap berseliweran silih berganti, tanggled, menyangkut dikepalaku baik dari Aceh, pulai Nias hingga Ambon sana.

Yatim yang di Lhoong suratnya yang spesial  dikirim lewat email. Mengatakan mereka berbahagia betapa Muslim di UK begitu peduli dan menyisihkan rejekinya untuk mereka. Itu beberapa bulan lalu. Namun mereka tetap bertanya kenapa  Bunda tak kunjung datang? Akan datangkah menjenguk mereka?

" Bunda kami  di Lhoong selalu mendoakan  untuk bunda agar tetap bersabar dan tetap berjuang untuk kami", oh..ini telah merobek hatiku yang rapuh. Pesan sms itu  telah membuatku tersentak..betapa mereka begitu berharap dan bersandar kepada kita kita.

Para pengasuh yang kunamakan carer, pengganti ibu dan ayah mereka, bekerja penuh dedikasi tak kenal waktu dan lelah,  mereka kirim sms yang membuatku menitikkan air mata lagi dan hingga kini belum kujawab.

==========

13-Jun-06    15.26
 
ass. Pa kabr bunda? kami ni anak2 gas dah kangn bngt sm pelukan bunda, pingin pijit n ketawa bareng sm bunda, bunda ke lhoong lg ya...By pengasuh GAS di  Lhoong
 
========
GAS adalah singkatan 'Gampong Aneuk Sholeh' adalah rencana pembangunan kompleks rumah yatim lengkap seperti perkampungan, atau semisal dengan Dayeuh atau  pesantren di Lhoong, Aceh Besar.
 
 
Pesan ini masih kusimpan di file ' inbox '  dan belum kubalas. Pesan ini memotivasiku  untuk terus melaju, pesan ini penuh makna, sangat inspiratif buatku. Lalu aku bisikkan  pada diriku..'hei hentikan tangismu..teruslah dan lajulah...doa mereka bersamamu...' aku begitu yakin doa para yatim yang pernah didzolimi pada pra Tsunami, kini mereka korban musibah  nan dahsyat. Lalu aku ingat wajah  Mawar, si yatim yang tercantik, dia selalu duduk diujung kakiku dikala aku duduk melepoh, lesehan bersama mereka ' Bunda mau pijit....? diiringi kerling mata dan senyum penuh pesona, lalu segera jemarinya mengelus elus kakiku.
 
Mawar, anak yatimku si fotojenik.
 
Petang ini dalam perjalanan dari 'The Glade' Shopping Center', Bromley, London, dalam kemacetan trafik kudengar alunan groupd Batak yang menamakan diri 'Trio Ambisi' . Lirik dan lagu mereka selalu mengingatkan perjalanan kami antara Bandara dan Lhoong di Agustus 2005. Tak terperikan betapa aku begitu bahagianya bisa menginjak tanah Rencong kembali, menjenguk dan bisa memeluk mereka.
 
Oh, tiba-tiba khayalku lari kesana, ke Lhoong yang hijau dan spektakular cantik, membayang mereka yang tengah menanti, berharap mendapatkan haknya, yang masih tertunda, tertahan atau is being blocked, karena alasan apapun,  lalu mereka tembangkan lagu-lagu rindu buat bundanya, liriknya jadi ku-ubah menjadi:
 
Oh, angin kabar apa yang kau bawa dari bunda
Oh, angin sampaikan saja salamku pada bunda
Jangan katakan engkau tidak rindu kami siang dan malam
Jangan katakan aku cemburu dimalam ini.
 
Oh, angin lagu apa yang kau bawa dari bunda
Oh, angin nyanyikanlah laguku ini pada bunda
Jangan senandungkan lagu duka  kepada bunda
Katakan saja kami tak mau menunggu lagi
 
Bunda ..bunda bundaaaa
Dia bukan milik kami lagi
Biar ..biar ..biaaar dia tak cinta kami lagi
Biar biar  pergi..biaaaar kusendiri
Bundapun tak cinta lagi dimalam ini
..........
 
Allaaaah, jantungku jadi berdetak tak karuan, air mataku merembes lalu meluncur dengan mudahnya. Aku rindu  akan mereka. Aku kangen mereka.
Aku merasakan sakitnya kehilangan ayah bunda,  kutahu penatnya menanti harapan.  Kutahu betapa lelahnya memelas welas asih.
 
Mereka, yatim-yatim itu  sangat pencemburu, mudah ngambeq, penangis menuntut perhatian banyak, keras kepala....itulah mereka, itulah yatim. Merekapun sudah sangat kawatir kalau kalau bundanya tak kan balik lagi, atau peduli lagi dengan mereka. Mereka tahu..bundanya tengah galau..
 
 
 
Tunggulah anak-anakku, nantikanlah bundamu, aku bersegera datang menjengukmu, melepas rinduku, menggantikan bunda-bunda kalian yang tlah tiada.
 
'Bunda janji mau buat sarapan buat kalian, lalu memandikan dan menyampoo rambut kalian..kukenakan bajumu lalu kuantar kesekolah dengan motor atau kijang bak, kalau ada.'
 
' Dimalam hari bunda akan jadi pendongeng, dikala kalian hendak tidur,  walau tidak sehebat bu Santi  Soekanto..tapi bunda akan bobo bersama kalian.Oh ya doakan bu Santi ya agar segera pulih dari sakitnya. Doa kalian makbul..Nantikanlah bundamu diujung pintu Lhoong'.
 
'Oh, anak-anakku ..ajaklah bundamu ke pinggiran bibir swarga bersama kalian, atau halaman atau hatta walau cuma emperan jannah, jangan campakkan bundamu di jurang neraka...jangan sayang. Bunda tak kuat'.
 
' Akulah sesungguhnya yang membutuhkan mereka, bukan mereka yang membutuhkan kita', sedang mereka tahu bahwa mereka mendapat  tempat tersendiri di pandangan Allah dan Rasulullah swt.
 
 
 
London, 29 Juni 2006
 
 
al_shahida@yahoo.com
 
 

Posted at 04:58 pm by alshahida
Make a comment  

Next Page