alshahida
Female
London

Assalamualaikum wr wb
Duka lara mereka, anak-anak yatim korban konflik terlalu jauh, doa dan deritanya telah menerobos ke sela sela dinding hati kendati terpisahkan oleh jarak puluhana ribu mil, moga mereka bisa membawaku ke emperan jannah...
   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Tuesday, February 14, 2006
Aksi Unjuk Rasa Muslim di Inggris

Suasana Demo di Trafalgar Square
 
Udara London yang kelabu dan mengigit dingin itu tidak memudarkan semangat warga Muslim untuk menghadiri aksi unjuk rasa, memprotes publikasi kartoon Nabi Muhammad saw oleh media dibanyak negara di Eropa dan lainnya  Unjuk rasa ini berlangsung di  London, dijantung ibukota. Tepat pk 13.40  GMT acara dimulai.
 
 
Dukungan penuh diberikan oleh Walikota London  Mayor Ken Livingston atas penyelenggaraan protes dan unjuk rasa di Trafalgar Square (bundaran), Sabtu,  11 Februari 2006. Situs mengenai Trafalgar yang terkenal ada di:
 
 
Muslim di Inggris ingin sekali menunjukan kepada dunia bahwa mereka mampu menyampaikan aksi unjuk rasa dengan cara yang lebih bijak, damai dan tanpa kekerasan. Koordinator dari demo ini tidak membolehkan untuk membawa nama organisasi, bendera kecuali ungkapan-ungkapan yang sudah disepakati yakni:
 
 
"United against Incitement and Islamophobia"  dan ratusan pelakat dengan  ungkapan seperti: "Muhammad Mercy to Mankind" atau ' "Muhammad  symbol of Freedom and Honour", hampir setiap pendemo berkenan untuk memegang dan melambaikannya.
 
 
Mereka sepakat untuk tidak menampakan pelakat pelakat yang kontraversil dan mengancam seperti yang terjadi Jumat, pekan lalu. Scotland Yard telah mengkormasi hal ini.Sementara ribuan leaflet dengan kata-kata:
 
 
"United...for dignity...for freedom of speech...against Racism...Islmaphobia".  Terbukti bahwa aksi unjuk rasa ini adalah merupakan kesatuan dari berbagai agama, organisasi dan keyakinan untuk membela kehormatan diri dan memerangi rasisme dan anti Islam.
 
 
Tak pelak ribuan booklet kecil tentang  'Siapa itu Muhammad saw' dalam bahasa Inggris disebar dan bagikan kepada seluruh pengunjung di bundaran itu. Sekali berlayar dua tiga pulau terlampui.
 
                                       Damai dan terkendali
Protes atau  unjuk rasa ini betul-betul terselenggara dengan baik dan damai yang telah di koordinir oleh: the Muslim Association of Britain  (MAB) Islamic Forum Europe (IFE), UK Islamic Mission (UKIM), Da'watul Islam UK & EIRE, Federation of Student Islamic Societies in UK & EIRE (FOSIS) & The Islamic Cultural Centre and The Central Mosque Trust, Minhaj ul Quran International (MQI); Islamic Society of Britain (ISB), Friends of Al-Aqsa & UK Muslim Shi'ite.
 
 
Tentu protes ini dihadiri oleh para politisi, tokoh tokoh Islam, wartawan, berbagai media dari dalam dan luar negeri, wakil  kaum Kristiani, imam masjid, wakil gereja dan partai Sosialist, CND dan lainnya.
 
 
Kurang lebih sekitar 5000 pendemo hadir dibundaran itu. Nuansanya cukup membuat kita  marah namun terkendali dan penuh rasa khidmat.  Bundaran Trafalgar betul betul dipadati oleh berbagai bangsa, warna, usia agama dan segala lapisan mulai dari  bayi hingga balita, anak-anak, remaja, ibu dan ayah, keluarga bahkan kakek dan nenek.
 
 
Diantara pembicara yang terdiri dari Abdul Bari, Deputy Secretary General of  MCB (Muslim Council of Britain) MUI-nya Inggris  mengatakan : " Unjuk rasa yang penuh damai ini adalah tentang solidaritas kita terhadap pelecehan yang sangat provokativ dan penuh hasutan, yang anti terhadap Islam ( Islamophobia) serta penghinaan terhadap Nabi tercinta Muhammad saw.
 
 
Ada penyampaian yang mengharukan oleh: Rev'd Peter Sulston of Churches Together,  " Sebagai kaum Kristiani kami sangat peduli dan atas nama Islam kami akan bekerja keras dengan segala kekuatan kami untuk menghalau stereotypes" ujarnya.
 
 
Rasa solidaritas inipun disampaikan oleh Kate Hudson, wakil  CND dan Lindsey German, mewakli organisasi " Stop the War Coalition" sebuah jaringan kerja sama untuk memerangi infasi Afghanistan dan Perang Iraq.
 
 
Sedang Walikota Mayor of London, Ken Livingstone diwakili oleh Lee Jasper,  yang menyampaikan dengan singkat namun cukup membangkitkan semangat:   " Kami akan berdiri bersama kalian dikota yang hebat ini". Tentu saja sambutan pendemo menggema diiringi Takbir. Gema dan eko ini kadang membuat bulu kuduk berdiri.
 
 
Pembicara lain termasuk Anas Al-Takriti (MAB), Dr Daud Abullah (MCB), Yvonne Ridley (IslamChannel) Ismail Patel (Friends of Al-Aqsa), Maulana Shahid Raza (British Muslim Forum), Asghar Bukhari (MPAC), Ismail Satti (Islamic Revival), Yusra Gennoushi (MAB Youth) and Sulaiman Mulla (FOSIS). Dr Kamal Helbawi and Azam Tamimi juga menyampaikan sambutannya. Setiap pembicara hanya diberi waktu tidak lebih dari 7 menit.
 
 
Tak lupa dengan suara booo... dengan teriakan  "Big Brother...big brother !" untuk George Galawai, tampil dipanggung, politisi asal Scotlandia yang anti perang dan selalu berpihak pada Muslim, menyampaikan orasinya: "Kita  semua harus saling bahu membahu dan kami tidak akan membiarkan kalian sendiri.. saudara-saudara kami Muslim.  Kami akan membantu dan menolong kalian" sambil sesekali para pendemo memekik Allahu akbar. Keharuan singgah dihati kami yang dalam.
 
 
Serentetan pembicara dan orator termasuk anggota parlemen  yang mendukung Muslim di Inggris seperti Jeremy Corbyn, menyatakan:"Satu satunya cara agar kita survive/selamat dengan menunjukan saling menghormat antar sesama kita !".
 
 
Wakil Islamic Forum Europe dengan terbata bata penuh emosi menyampaikan betapa jiwa Rasulullah yang besar akan sikapnya untuk meredam amarahnya salah seorang sahabatnya saat seorang Badui  kencing dimasjid,  hal ini  membuat kami terusik ingin menangis betapa besar jiwa Rasulullah. Ia nampak hanyut oleh emosinya hingga MC segera memperingatkan untuk menghentikan orasinya.
 
                                    Aparat Polisi dan ambulance
Ada sekitar 500 - 700 aparat polisi dikerahkan disekitar bundaran Trafalgar sambil mereka mengantisipasi kalau kalau para perusuh akan melakukan keonaran. Mereka berseragam jaket berwarna luminus kuning lemon,  namun  terbukti siang itu betul betul bebas dari kerusuhan.  Tak jauh dari bundaran tampak pula mobil-mobil ambulance parkir dan berjaga jaga.

 
Seorang siswi  Hanifa Brka dari Birmingham, mengatakan: " Saya ingin menyampaikan pesan kepada  warga Kristiani yang  jujur dan ikhlas bahwa kita ini bersaudara "I would like to send a message to all honest Christians - we are all brothers and sisters",  seruan ini sungguh mengharukan.
 
 
Tak lupa wakil dari Liberal Democrat MP Sarah Teather menggambarakan bahwa: "Publikasi terhadap kartoon itu betul betul sikap yang rasist" dia menegaskan. 
 
 
Semerntara Bruce Kent, dari British Hostage, Norman Kember dan wakil dari  kelompok Kristiani "Pax Christi2, menandasakan bahwa kaum religi harus bekerja sama untuk menciptakan "a world of justice and peace". Para pendemo tak hentinya melambaikan pelakat/spanduk.
 
 
"Kepada saudara saudara kami di Britania Raya terutama kepada media kami sampaikan terima kasih untuk tidak mempublikasikan kartoon tersebut dan percayalah kami tidak akan  pergi ke gedung kedutaan  untuk melampiaskan amarah kami dengan membakar  bendera atau gedung" kata kata disampaikan oleh Altikitri wakil MAB,  http://www.mabonline.info/english/


"Kami pun mengutuk atas sikap ektreem dan anarkis seperti yang terjadi didepan embassy Denmark pekan lalu.  Ini adalah moment yang unik... maka sampaikanlah amarah kita secara legal dan terhormat dan bijak" Anas Altikriti menyudahi orasinya. Sorak sorai dan yel-yel Takbir tak hentinya menggema.
 
Parsitipasi masyarakat Indonesia tak pula ketinggalan, mereka datang dengan keluarga baik yang datang dari Uxbridge, East London, Kent, London Utara dan Timur dan sekitarnya. Anak-anak dan balita sibuk membagikan leaflet tentang Rasulullah. Mereka telah berpartisipasi dan berda'wah secara tidak langsung. Subhanallah.
 

Gadis cilik ikut demo

Gadis cilik asa Aljazair berdiri diatas dinding ditopang oleh ayahnya untuk mengibarkan bendera berwarna hijau dengan kalimat syahadah: " Laa ilaha illallah Muhammad dar Rasulullah" tak pelak pemandangan ini menarik perhatian para fotograper. Wajahnya tak menunjukan ekspressi apa-apa.Saat dai turun kami minta ijin agar memotretnya dengan membentangkan bendera, si gadis cilik melakukannya. 
                                       Yang unik dan lucu
Tatkala sahabat Indonesia belum kutemui senantiasa kucari hal-hal unik. Ada seorang Inggris, Dave Spring,  dari Surrey, datang untuk berpartisipasi dengan  membawa bendera Union Jack, dia ingin melihat kalau kalau dia bisa memprovokasi kerumunan.
 

"Saya berdiri disini untuk menunjukan hak saya dan saya ingin melihat kalau ada orang yang akan memenggal kepala saya. Tapi malah saya mendapatkan teman  seorang Muslim.Ingin sekali saya melihat kalau saya bakalan dihajar eh tapi malah sebaliknya...damai -. saya akan berdiri dibelakang siapa saja yang protes selama protesnya dengan cara yang baik seperti kalian..." tentu saja orang tersenyum senyum.
 
 
Didepan gedung 'National Gallery' ada kelompok Sosialist yang tengah menggelar semisal dram, mereka yang tenah berupaya membebaskan para tahanan politik. Mereka mengenakan baju orange,  kedua tangannya diikat oleh rantai.
 
 
Ada pula seorang wanita tengah baya berjalan mengkampanyekan tentang kebenaran meledaknya ;'Twin Tower'  dengan judul The 9/11 Commission, www.nineeleven.co,uk. Kami tengah asyik mendengarkan, seseorang turut mendengarkan...dengan serta merta dia mengatakan: 'You re talking rubbish... nonsense..!  si-ibu seyum tak peduli.

Sementara petugas dan aparat yang terus berkeliling dan  mencermati suasana menyampaikan kesannya akan protes ini:"Sejauh itu kami tidak mendengar laporan akan adanya kerusuhan" ujar mereka.
 
 
Hari itu ternyata bukan aksi unjuk rasa dengan parade orasi, berbagai pertunjukan, aksi-aksi yang lucu, unik dan menarik ada di bundaran dan sejauh itu kami tak mendengar teriakan yang memanas. Semuanya berjalan dengan khidmat dan tenang.
 
                                                         **********
 
Kami terluka, kami terhina...namun  rasa simpati.dan toleransi yang tinggi, saling  membahu, pembelaan dan perlindungan dari rekan dan kolega, itulah kesan yang menggelayut dibenak kami. "Kebebasan berekspresi harus dilakukan dengan semangat tanggung jawab" tetap melekat tatkala kami meninggalkan kerumunan.
 
 
Tepat jam 5 sore para pendemo meninggalkan tempat sementara beberapa Muslim banyak yang meninggalkan diri untuk melakukan sholat maghrib di bundaran, Trafalgar square, azanpun dikumandangkan. Tentu mereka mendapat perhatian dan sorotan para  fotograper dan media serta pelalu lalang seperti turis.
 
 
London 13 Februari 2006
 
Oleh: Al Shahida
 

Posted at 04:23 pm by alshahida
Make a comment  

Next Page